3 Mitos Tentang Demam Berdarah yang Tidak Banyak Diketahui Orang


Wabah DBD Melanda Mabar: 5 Meninggal, Ratusan Sedang Dirawat ...

Sumber : floresa.co

Demam berdarah merupakan penyakit yang menjadi wabah di musim hujan dan disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit ini bisa dialami beberapa orang dan terjadi secara cepat hanya dengan sekali gigitan. Nyamuk ini berkembang biak dengan baik di daerah yang memiliki iklim tropis, termasuk di Indonesia.

Saat penderita mengalami gigitan nyamuk, gejala awal yang terjadi selama 5-7 hari adalah demam tinggi hingga bisa mencapai 40 derajat celcius. Selain itu, gejala lain yang mungkin terjadi yaitu rasa nyeri pada mata bagian belakang, nyeri otot, dan sakit kepala. Apabila gejala seperti ini kamu alami, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. 

Tes laboratorium mungkin juga diperlukan untuk mendiagnosis apakah gejala yang terjadi karena penyakit demam berdarah. Tanda lain yang terjadi yaitu jumlah trombosit berada di bawah normal. Kondisi ini akan terus berlanjut hingga 14 hari. Demam akan terus turun tetapi terkadang akan naik kembali. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat maka akibatnya bisa fatal hingga kematian.

Nah, dengan merebaknya wabah demam berdarah, maka masyarakat biasanya mengenal beberapa mitos atau fakta yang biasanya terjadi. Mitos ini tidak jarang dipercaya untuk dilakukan. Lalu, apa saja mitos tentang penyakit ini yang merebak di masyarakat?

1. Apabila Pernah Mengalami Demam Berdarah, Maka Tidak Mungkin Terjadi Lagi (Mitos)

Saat seseorang pernah mengalami penyakit ini, maka harus tetap waspada dan menjaga diri dari gigitan nyamuk. Pasalnya, virus dengue yang menyebabkan demam berdarah ini dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. Virus dengue tersebut memiliki 4 jenis virus seperti Den-1, Den-2, Den-3, dan Den-4. Apabila penderita dulunya terserang oleh virus Den-1 maka tubuh penderita tersebut menjadi kebal. 

Faktanya, masih ada 3 jenis virus lain dimana antibodi penderita belum terbentuk untuk bisa melawan virus lainnya. Meskipun, peluang untuk kembali terjangkit masih sangat kecil, terinfeksi dengan satu jenis virus dengue akan membuat kekebalan terhadap jenis ini bertahan selama seumur hidup. Namun, tidak akan memberikan kekebalan terhadap jenis virus yang lain dalam waktu jangka panjang. Kesimpulannya, seseorang bisa kembali terjangkit sebanyak empat kali berdasarkan masing – masing virus. 

2. Mengkonsumsi Jus Jambu Untuk Meningkatkan Trombosit (Mitos)

Jumlah trombosit yang turun adalah salah satu gejala demam berdarah yang dialami penderita. Beberapa makanan memiliki kandungan yang bisa meningkatkan jumlah trombosit di dalam darah selama penyakit ini terjadi. Jus jambu termasuk salah satu makanan atau buah yang bisa direkomendasikan untuk meningkatkan jumlah trombosit. Padahal, setelah 7-10 hari sakit, penderita akan berangsur pulih dengan sendirinya. 

Penelitian terhadap jus jambu tidak terbukti bisa meningkatkan jumlah trombosit di dalam darah. Di sisi lain, jus jambu tetap bisa dikonsumsi sebagai makanan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selama menjalani masa perawatan demam berdarah, penderita dianjurkan untuk memperbanyak mengkonsumsi air putih untuk menggantikan cairan yang sudah keluar karena demam tinggi, muntah dan lainnya. 

3. Pengasapan atau Fogging Bisa Mencegah Penularan Demam Berdarah (Mitos)

Saat ada salah satu orang yang positif dinyatakan mengalami demam berdarah, biasanya orang – orang di sekitar tempat tinggal akan berupaya untuk melakukan pengasapan atau fogging. Langkah ini dilakukan untuk memusnahkan nyamuk Aedes Aegypti. Padahal, nyamuk pembawa virus dengue ini menjadi nyamuk yang sangat mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kondisi ini membuat dirinya tidak mudah mati.

Upaya pencegahan tidak hanya dengan memusnahkan nyamuk dewasa tetapi juga harus dengan memusnahkan jentik dan telurnya. Alasannya karena telur nyamuk juga bisa menjadi nyamuk dewasa dalam waktu 7-10 hari. Langkah yang lebih tepat adalah dengan lebih menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Langkah lainnya yaitu dengan mengikuti program pemerintah untuk mencegah penyebaran demam berdarah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *