Untung dan Rugi Membeli Smartphone Flagship

Tren smartphone flagship belakangan ini memang semakin populer di pasar Indonesia. Salah satunya adalah Samsung Galaxy S9 yang baru dirilis di Februari 2018 lalu. Meski harganya mencapai Rp 12 juta lebih, nggak lantas mengurangi antusiasme orang dalam beli smartphone high end besutan Korea Selatan ini, baik dengan tunai atau pun kredit hp Samsung.

Mulai dari prosesor dan chipset terbaru, kapasitas RAM & ROM yang besar, teknologi kamera kualitas tinggi, hingga fitur keamanan yang inovatif, adalah beberapa poin yang wajib ada dalam sebuah smartphone flagship. Inilah yang kemudian membuat harga smartphone flagship jadi mahal, selain pajak bea dan cukai tentunya.

Banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan beli smartphone flagship. Yang paling utama pastinya kondisi finansial. Ada juga beberapa poin untung rugi yang perlu dipikirkan baik-baik agar kamu nggak menyesal nantinya.

Keuntungan beli smartphone flagship:

  • Desain & teknologi terbaru

Teknologi, fitur, dan desain kekinian adalah beberapa ciri khas yang melekat pada sebuah smartphone flagship. Misalnya iPhone X atau Galaxy S9 yang dibekali prosesor atau chipset terbaru masing-masing chip A11 Bionic dan Snapdragon 835. Ditambah, dengan desain layar penuh tanpa tepi dan infinity display. Selain nggak akan ketinggalan zaman, banyak hal produktif yang bisa kamu manfaatkan dari teknologi yang ada pada smartphone flagship.

  • Lebih awet & tahan lama dalam penggunaan

Dengan desain dan teknologi paling terkini, smartphone flagship otomatis lebih awet dan bisa digunakan dalam waktu yang cukup lama dibanding smartphone kelas menengah. Kalau sudah punya smartphone yang all in one, kamu pastinya nggak akan tergoda lagi untuk sering upgrade smartphone.

  • Bisa digunakan untuk banyak aktivitas

Mulai dari mengurus pekerjaan, aktivitas hiburan seperti media sosial, streaming, gaming, belanja online, bayar tagihan, beli pulsa, mengatur keuangan hingga jadwal harian, semua bisa dilakukan dalam smartphone flagship. Nggak perlu mikir soal RAM atau ROM saat instal dan menjalankan banyak aplikasi. Spesifikasi pada smartphone flagship pastinya sudah dirancang untuk multitasking.

  • Sistem keamanan yang mumpuni

Mulai dari iris scanner, face regocnition, hingga intelligent scan yang menggabungkan beberapa aspek seperti iris mata dan wajah sekaligus, data-data pribadimu di dalam smartphone flagship tentu lebih terjamin keamanannya. Untuk aktivitas banking, misalnya, kamu juga bisa menambahkan fitur keamanan yang tersedia pada smartphone flagship pada setiap aplikasi banking yang kamu instal.

Kerugian beli smartphone flagship:

  • Harga setara laptop

Dengan kisaran harga mulai Rp 7 juta hingga Rp 20 jutaan, kamu sudah bisa dapat satu unit laptop dengan bujet smartphone flagship. Harganya yang terbilang cukup mahal ini perlu kamu sesuaikan juga dengan kondisi finansialmu. Apabila berencana beli tunai smartphone flagship, Galaxy S9 misalnya, maka pastikan tabunganmu masih ada sisa sehabis dipotong untuk beli Galaxy S9. Dengan masih adanya sisa tabungan, kamu jadi tetap punya pegangan jika sewaktu-waktu ada hal urgen yang butuh dana tunai.

Sementara, kalau berencana kredit hp Samsung Galaxy S9, maka kamu perlu memastikan jika selama tenor cicilan berlangsung, penghasilanmu tetap stabil agar nggak terjadi kredit macet. Kamu juga bisa cari lembaga kredit atau lembaga multifinansial yang bisa kasih bunga paling rendah dan pilihan tenor panjang untuk kredit hp Samsung tanpa dp, misalnya Kredivo. Kamu bisa klik di sini untuk masuk ke situs resmi Kredivo.

  • Biaya servis mahal

Mahalnya sebuah smartphone flagship pastinya karena harga spare part atau komponen di dalamnya yang juga mahal. Ini wajar sebab spare part yang digunakan adalah yang paling baru dan canggih. Pajak bea dan cukai ketika masuk ke Indonesia juga berpengaruh pada mahalnya harga smartphone flagship.

Nah, otomatis, apabila smartphone flagshipmu nanti rusak, biaya servisnya juga akan mahal. Apalagi kalau sampai perlu ganti spare part, ganti layar misalnya, harga layar sebuah smartphone flagship pastinya mencapai jutaan rupiah. Belum ditambah lagi dengan biaya jasa servisnya.

  • Update seri terlalu cepat

Belum ada setahun sejak S8 dirilis, Samsung sudah merilis penerusnya, yaitu Galaxy S9. Begitu juga dengan iPhone 8 dan iPhone X yang dirilis sekitar kurang dari setahun sejak iPhone 7 muncul di pasaran. Padahal, dari segi teknologi, nggak banyak perbedaan yang dibuat vendor dari seri sebelumnya.

  • Banyak smartphone yang lebih murah dengan spesifikasi sejenis

Smartphone biasanya nggak digunakan seharian nonstop. Berbeda dengan laptop yang lebih berpotensi besar digunakan terus menerus, misalnya untuk pekerjaan. Dengan asumsi kamu pakai smartphone cuma untuk kegiatan yang “itu-itu aja”, misalnya selfie, mengakses media sosial dan messenger online, cek email, maka smartphone kelas menengah pun sudah lebih dari cukup untuk aktivitas tersebut.

Misalnya, Samsung Galaxy J7+ yang dibanderol dengan harga mulai Rp 4 jutaan. Dengan pilihan tenor cicilan yang beragam dari Kredivo, yaitu 3, 6, dan 12 bulan, dan suku bunga yang paling rendah, yaitu 2,95%, kamu juga bisa kredit hp Samsung Galaxy J7+ baik secara online maupun offline di berbagai merchant rekanan Kredivo. Pastinya, tanpa perlu dp, biaya admin, atau  biaya tahunan.

Ada lebih dari 200 merchant online dan offline yang telah menjadi rekan resmi Kredivo untuk bisa kredit hp Samsung murah dan hp lainnya, antara lain Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blibli, JD.id, Bhinneka, Laku6 Sentra Ponsel, Oppo, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *